Langsung ke konten utama

Contoh laporan observasi kesenian budaya

LAPORAN HASIL OBSERVASI
SENI BUDAYA DAN KETERAMPILAN
KERAJINAN TRADISIONAL NUSANTARA












          OLEH :
    MIQDAD RABBANI
FAJAR NUGRAHA


SMK PETERNAKAN CIAMIS




KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat ALLAH SWT, yang telah senantiasa melimpahkan Rahmat dan Hidayah- NYA sehingga kita semua dalam keadaan sehat walafiat dalam menjalankan aktifitas sehari-hari. Kami juga panjatkan kehadiran ALLAH SWT, karena hanya dengan keridoan-NYA Makalah dengan judul Laporan Observasi Kerajinan Anyaman Bambu ini dapat terselesaikan.

Kami menyadari betul sepenuhnya bahwa tanpa bantuan dari berbagai pihak, makalah ini tidak akan terwujud dan masih jauh dari sempurna, oleh karena itu dengan segala kerendahan hati kami berharap saran dan kritik demi perbaikan-perbaikan lebih lanjut. Dan semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi yang membutuhkan.



Ciamis, 11 maret 201


BAB I 
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Seni anyam sudah ada sejak dahulu kala, hingga sekarangpun masih akrab dalam kehidupan masyarakat. Bahkan hampir di seluruh nusantara terdapat home industri pengrajin barang anyam-anyaman. Maka bisa dikatakan seni anyam termasuk kategori warisan budaya yang harus dilestarikan.
Hal demikian, sangatlah bertolak belakang dengan kondisi jaman sekarang sekarang. Akhir-akhir ini perkembangan anyaman bambu mengalami penurunan dari tahun ke tahun, sehingga hal tersebut tentu sangat mempengaruhi baik dari segi budaya maupun dari perekonomian masyarakat, akibatnya berbagai barang kerajinan anyaman semakin tergeser kedudukannya dari pasaran.
Fenomena tersebut banyak menimbulkan pertanyaan. Kami berharap, Kami dapat menemukan jawaban yang sesuai dengan data-data dari lapangan. Selain itu kami juga ingin mengetahui lebih jauh, karena sudah menjadi kewajiban bagi generasi penerus bangsa untuk mempertahankan berbagai kebudayaan yang telah ada tetap dilestarikan dan berusaha menghidupkan kembali kebudayaan yang hampir punah.
B. Tujuan
Adapun tujuan penulisan karya tulis dengan tema Anyaman Bambu ini adalah untuk mengetahui keberadaan seni anyam bambu dan semoga dapat memberi manfaat bagi para pembaca untuk menambah wawasan ilmu pengetahuan, selain itu juga dapat :
Mengidentifikasi bahan, motif hias, teknik pembuatan, dan fungsi produk kerajinan bambu .
Menambah ilmu pengetahuan tentang karya seni rupa terapan
Mengetahui bahan bahan yang dipakai untuk pembuatan kerajinan tersebut

C. Manfaat
- Menjadikan siswa lebih kreatif
- Menambah wawasan tentang proses pembuatan kerajinan dari bahan keras
- Dapat mengetahui proses pemanfaatan limbah bambu menjadi kerajinan yang bermanfaat





 


BAB II
LAPORAN OBSERVASI
2.1 Sejarah perusahaan dan pemilik
           Kota Tasikmalaya merupakan sentral kerajinan bambu , salah satunya di Desa kamulyan terdapat satu perusahaan yang membuat hasil kerajinan bamboo menjadi suatu kerajinan yang bermanfaat. Kerajinan bambu inilah yang membawa Desa kamulyan menjadi lebih berkembang . banyak wisatawan yang berkunjung ke Desa ini untuk melihat keindahan kerajinan bambu tersebut.
        Perusahaan Mandiri Craf berdiri pada tahun 2000 yang dikelola oleh pak Ujang . Perusahaan ini berada di Kulon Desa Kamulyan , Tasikmalaya. Di perusahaan ini menjual berbagai jenis kerajinan tangan yang berasal dari bahan bambu dan rotan seperti caping, kap lampu hias , tempat nasi ( boboko ), tas agel dll dengan harga yang beragam mulai dari 25.000 sampai 80.000

2.2 Isi laporan
        Kerajinan bambu merupakan salah satu industry yang memiliki nilai seni dan budaya yang sangat tinggi serta digemari banyak wisatawan baik local maupun mancanegara . Di perusahan ini kebanyakan daerah sekitar yang berkunjung ke Perusahaan tersebut, tetapi pada waktu liburan , toko kerajinan bambu tersebut sering kebanjiran pengunjung untuk membeli kerajinan bambu yang ada di perusahaan mandiri craf.
          Untuk pemasaran, perusahaan tersebut hanya menetap ditoko dan adapun yang sampai ke Rajapolah dan Bali. Untuk membuat tikar, para pengrajin perusahaan tersebut membuat nya
Dengan menggunakan bahan mentah. Setelah bahan baku sudah diterima oleh pengrajin , selanjutnya pengrajin melakukan produksi berdasarkan pesanan maupun produk produk yang akan langsung dijual kepada konsumen. Dalam pemasarannya , pengrajin selain menjual langsung kepada konsumen , juga memenuhi permintaan yang datang dari ber
BAB III                       
PENUTUP 
A. kesimpulan
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa:
1. Sejak munculnya barang-barang produk modern, barang hasil kerajinan anyam bambu tergeser dari pasaran sehingga menyebabkan pendapatan masyarakat mengalami penurunan.
2. Harga bahan baku yang kian melambung tinggi menjadi kendala utama dalam penyediaan bahan baku.
B. Saran
Dalam uraian ini penulis ingin mengemukakan beberapa saran. Adapun saran yang ingin penulis sampaikan antara lain :
1.Untuk tetap melestarikan seni anyam bambu hendaknya dibentuk sebuah lembaga desa yang bisa memasarkan hasil produksi anyaman bambu.
2. Bagi para pengrajin hendaknya berusaha lebih kreatif lagi dalam membuat anyaman bambu

Komentar